Inilah Kenikmatan Membaca Al Quran

Bagaimana supaya kita selalu rindu, dan merasa tak nikmat kalau sehari saja tak berinteraksi dengan Al-Quran?

 

Pertama, memahami hikmah dan keutamaan membaca Al-Qur’an.

Bagus untuk diri-sendiri, orang tua, keluarga, ataupun lingkungan di dunia ataupun kelak di akhirat. Ini akan anggota semangat untuk rajin membaca Al-Qur’an.

 

Kedua, luangkan waktu khusus untuk Al- Qur’an, semisal 1 jam dalam 24 jam sehari.

Seumpama ba’da maghrib atau Subuh. Jadikan ini kultur yang istiqomah, meski sedikit. Sekiranya kita dapat istiqomah makan 3x sehari pada waktunya, tentu tilawah Quran juga dapat. Camkan, Al-Qur’an tak mendapatkan waktu waktu sisa kita, tapi memerlukan waktu khusus yang kita alokasikan. Anda dapat meluangkan waktu dengan memanggil guru ngaji privat

 

Ketiga, tashabur (menyabarkan diri) dikala membaca.

Godaan setan yakni dikala kita membaca Al-Qur’an inginnya pesat-pesat selesai, seperti diburu waktu. Meskipun, membaca Al-Qur’an itu kudu tartil layak dengan makhroj dan tajwidnya. Sehingga, memjadi bacaan bernilai pahala. Nah, dikala merasa jenuh berkeinginan menghentikan dan menutup Al-Qur’an, kita perlu menyabarkan diri dan berupaya menambah porsi bacaan. Ini memerlukan pengorbanan dan ialah poin jihad tersendiri.

 

Keempat, ketulusan niat.

Semata-mata mengharap restu Allah akan menjadi pondasi utama dalam menjaga keistiqomahan dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Jika kita belum kapabel memahami kalimat-kalimat dalam Al-Qur’an, paling tak kita patut menanamkan keyakinan dalam diri bahwa apa yang kita baca ini mengandung instruksi dan larangan. Sejauhmana kita dapat mengerjakan instruksi hal yang demikian, dan sejauhmana kita dapat menjauhi larangan-Nya.

Kemudian, kita malah dapat merenungkan peringatan-peringatan dalam Al-Qur’an, lalu mengkaitkannya dengan aneka jenis godaan di dunia. Al-Quran juga mengandung informasi bersuka ria berupa kenikmatan yang kekal. Kita dapat membandingkannya dengan kenikmatan-kenikmatan hidup yang ada dikala ini. Sehingga, kita tak tergiur dengan kenikmatan sesaat di dunia, dan melupakan kenikmatan yang kekal di akhirat kelak. Ini yakni salah satu jalan supaya kita dapat menjiwai Al-Qur’an

Artikel Terkait: Guru Les Privat ke Rumah


Leave a Reply